Kerja sama mutualisme antara institusi pendidikan kejuruan dan dunia korporasi mendapatkan apresiasi yang amat tinggi dari banyak kalangan. Kebijakan Link and Match ini terbukti nyata telah mengantarkan ribuan siswa SMK meniti rel menuju masa depan yang cerah tanpa harus berlama-lama menguras waktu mencari pekerjaan pasca lulus ujian.
Tahun ini, puluhan perusahaan besar berskala multinasional – dari manufaktur elektronik hingga penyedia jasa keuangan – serempak hadir ke sekolah-sekolah untuk menjaring bibit unggul. Para siswa pilihan ini ditawari kontrak eksklusif usai mereka menuntaskan masa Praktik Kerja Industri (Prakerin) dengan indeks kinerja yang sangat memuaskan di mata pimpinan perusahaan.
Kepala Divisi Sumber Daya Manusia dari sebuah pabrik otomotif menuturkan, "Kami terkejut mendapati para siswa magang dari jenjang SMK begitu adaptif dalam menghadapi iklim presisi pabrik. Mereka dibekali mental kerja yang teruji sejak hari pertama, yang artinya kami tidak perlu lagi menghabiskan berminggu-minggu biaya orientasi/pelatihan dasar."
Tentu, kesuksesan sinkronisasinya bertumpu pada peran intensif guru produktif yang tak pernah lelah menjalin negosiasi dengan para manajer HRD setempat. Pihak sekolah meyakini bahwa target "Zero Unemployment" untuk alumni yang ingin bekerja (tidak melanjutkan kuliah/wirausaha) bisa terwujud dalam tempo lima tahun ke depan.